#Attribution1 { height:0px; visibility:hidden; display:none }

Selasa, 25 November 2014

Tentang Guru



Dulu saat hiroshima dan nagasaki luluh lantak.
Sang Kaisar bertanya, berapa orang guru yang masih hidup?
Ya, yang ia tanya adalah guru. Bukan jendral atau tentara.
Bukan juga jumlah persenjataan yang tersisa.
Dan dialah guru. Tombak utama dalam pendidikan.
Terbukti, 30 tahun kemudian sang pecundang Perang dunia telah jadi macan Asia.
Mari belajar. Menjadi bangsa yang menghargai pendidikan.
Menghargai Guru.
Bangsa ini harusnya malu.
Padanya kita titipkan masa depan anak bangsa.
Tapi tak peduli bagaimana nasib para guru.
Tak usah pergi jauh ke pelosok, cukup tengok di pinggiran kota.
Jika ada guru yang berpuluh tahun mengabdi,
Tapi tak berdaya menjadikan anaknya sarjana,
Atau tak bisa menjamin kesehatan keluarganya.
Bahkan tak mampu mencukupi biaya hidupnya.
Memang, Tanggung jawab pemerintahlah seharusnya .
Tapi kita yang  terdidik juga punya peran besar.
Hormatilah ia dalam bermasyarakat.
Karna, segala prestasi dari semua profesi adalah hasil didikannya.


Dan Untukmu,  rekan dan calon pendidik.
Jalan mulia inilah yang telah kau pilih.
Demi melunasi sebuah janji pada ibu pertiwi.
Mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
Berhentilah menjadi guru yang “sekedar.”
Sekedar memindahkan kurikulum, pada kepala anak didikmu
Jadilah inspirasi.
Di ruang kelasmu-lah  wajah masa depan Indonesia.
Tak perlu jadi guru yang berebut sertifikasi,
jika hanya berujung pada tumpukan berkas dan gelar tanpa bekas
Tak usah kau konversikan jasamu sebatas bilangan rupiah.
Sungguh, bangsa ini berhutang budi besar
Pada guru yang mendidik sepenuh hati.
Cukup cium tangan tanda takzim
Juga binar mata anak didikmu yang tercerahkan.
Jadi  penghargaan yang tak ternilai bagimu.
Karna sekali lagi, kaulah inspirasi.
Dan Dari tiap huruf yang terbaca saat ini.
Hingga sampai diajarkan kembali pada anak didik kami
Terpatri jelas .
Sungguh.
Terima kasih, 
Jasamulah yang berarti.
Selamat hari guru, seluruh guru Indonesia.

Jakarta, -disebelah ruang kelas-, 25 november 2014.


-Terinspirasi dari essay pak Anies Baswedan-




Selasa, 30 September 2014

when september ends...


ketika harapmu tak kunjung terjawab..
lalu begitu sajakah kau pergi meninggalkan sang harapan??

Akan ada banyak jalan terjal, jika pemandangan indah di puncak bukit yang ingin kau lihat..
Tapi, mungkin...setelah jauh melewati jalan terjal itu,
kau malah terjatuh, terperosok diantara semak belukar,,
Tapi teruslah berjalan.
karna takdirmu, adalah melihat lembah nan hijau serta  gemericik air terjun nan sejuk.
Yang tak kalah indah dengan pemandangan di pucak sana.

Alhamdulillah, akhir september ini sesuatuu ,, #senyum2, kemudian tarikk napas panjang# hehe. membangunkanku dan menyadarkan ku akan sebuah pelajaran hidup..<---( contoh majas hiperbola) *nyengiir* 

Ga selamanya yang kita harapkan akan selalu happy ending. Ga selamanya yang kita harapkan akan terwujud, sama dengan apa yang kita mau. Kita manusia, Cuma bisa merencanakan...ikhtiar, berdoa, lalu tawakal. Dan tunggu takdir Allah akan berkata apa. Klise ya? Yaa tapi emang begitu dari sononya...

Di balik keinginan yang tak terwujud, yakin deh...ada rencana lain yang lebih indah. Dengan syarat...kita harus rela, redho, ikhlas dengan kehendakNya.
Tapi kadang, yang namanya manusia..sabarnya limitid edition banget. Baru gagal sekali udah nyerah. padahal banyak pintu untuk menuju kesana, Cuma ..karna kita fokus sama pintu yang tertutup, hilanglah sudah harapan itu.

Kenyataan yang tak sesuai dengan kemauan adalah hal yang juga harusss...kudu,,,wajibbb kita syukuri. Kenapa? Karna kita ga pernah tau mana yang terbaik buat kita. Cuma Allah yang Maha Tahu apa yang akan terjadi sam kita.  Bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal Allah tidak. Bisa jadi kamu TIDAK menyukai sesuatu, tapi Allah suka.

Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil, tapi kadang ilmu dan iman kita yang belum sanggup untuk menalar.
 Bisa jadi kita belum siap atas apa yang kita pinta itu. Atau bisa jadi klo Allah kasih apa yang kita minta itu, hal itu akan mencelakakan kita. Atau yang lainnya lagi...Allah Masih rindu , dengan doa tulus yang diiringi isak tangis dalam pinta padaNya...

Semoga ketika kita, saya khususnya,,ketika menghadapi episode hidup seperti ini, bisa tetap..
1.       bersyukur, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan. Buruk maupun baik bagi kita. Karna sejatinya, semua perkara orang muslim itu adalah kebaikan. Jika diuji ia bersabar(mendapat pahala kebaikan) dan jika mendapat nikmat ia bersyukur (mendapat pahala kebaikan pula).
2.       Berprasangka baik pada Allah. “Sungguh, aku sesuai dengan prasangka Hambaku”
3.       Tetap sabar dan ikhtiar.. mudah-mudahan Allah mudahkan jalan orang-orang yang ridho pada Takdir dan ketentuanNya.
4.       Bertawakkal pada Allah. “sesungguhnya, hanya kepada Allah-lah orang2 beriman itu bertawakkal, dan hanya kepada Allah-lah orang2 yang bertawakkal itu berserah diri” .

Jadi mengutip kata-kata dari the massip, SYUKURI APA YANG ADA , HIDUP ADALAH ANUGRAH. TETAP JALANI HIDUP INI, MELAKUKAN YANG TERBAIK . Never ...never...never..GIVE UP!! 
\m/


setelah takdirMu hari ini,  aku makin mengerti...
bahwa tugasku hanyalah mencari keridhaanMu,
untuk setiap harap dan inginku,
atas segala ikhtiar yang kulakukan
dan semampu bibir ini mengucap doa
serta sekuat hati ini untuk bertawakkal..
Allah, sepenuh hati kuyakini. Kau akan membawaku  pada Takdir  yang membuatku  semakin dekat denganMu.
Sungguh, sebaik-baik keputusan, adalah KeputusanMu.
Lakal Hamdu yaa Robb..






--when september ends, 
with the hopes that never ends...
At my room.--

Rabu, 24 September 2014

My First Posting..ting...trrringgg!


MY FIRST POSTING...

Bismillah, 
ehemm,....

Assalamualaikum sodara-sodara sebangsa  dan setanah air..( lho kok formal ginihh hehe).
Alhamdulillah ...wa syukurilah..FINALLY bisa punya blog lagi , setelah dua blog yang lama udah kelaut alias diapus ..dan sekarang memulai (memaksa tepatnya) nulis-nulis lagi di blog. Tapi  Mohon makluum yaa, Dengan kondisi template blog masih acak-acakan begini..abisnya agak-agak amnesia buat nyeting2nya..insya allah secepatnya di benerin...

Hwaa ..Setelah sekian tahun lamanyaaa...meninggalkan dunia per-bloggeran dan jarang bgt nulis2 dan menuangkan pikiran dalam sebuah tulisan (kecuali pas disuruh ngisi kultum. Hihi). Walaupun kadang tulisan sy kayanya lebih banyak ga jelasnya sii...(biarin aja  yaa, yang penting kan belajar nulis *maksa*). Soalnya.. *just for your info aja inih*.. jauh dilubuk hati sy ini yg paling dalam ..hahay. kaguum banget sama penulis.  And i wish i can be like them.... Menginspirasi banyaak orang dengan ide dan pemikirannya yang mereka tuangkan dalam tulisan kata perkata. Pemikiran apapun itu, sesederhana apapun itu..seorang penulis tetap aja hebat. Its just my opinion..

Nah...nahh...berawal dari situlah...gimana coba mau jadi penulis..klo belajar nulis aja jarang. Gimana mau jadi penulis..lha wong bikin artikel singkat aja ga pernah. *sigh*..Ibarat mau sampe ke puncak gunung tapi mendakinya ga dimulai-mulai., gunungnya Cuma diliatin ajah...(*menyedihkan*).

Daaannn lagi.,sebuah cerita/ide/pemikiran dan tentu saja ilmu akan lebih abadi kalau dicatet atau ditulis.  Masih inget kan kata-kata sahabat Rosululloh ??*Allahumma sholi alaih* itu tuh kata Imam Ali bin Abi Tholib..”ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.  Ya kaaan? Imam Ali aja nyuruh kita rajin2 nulis.., J.

Sebenernya suka sama dunia kepenulisan udah mulai dari SMP.., mungkin semua bermula dari hobi baca buku kali ya. Dari baca buku itu saya ngerasa dapet ilmu-ilmu baru yang akhirnya pengen banget saya share ke orang lain agar lebih banyak orang tau, tapi masalahnya saya agak kurang punya keterampilan buat beretorika..jadi sy berpikir untuk nulis. Dan bermula dari hobi baca itu juga saya jadi terkagum sama sosok seorang penulis.. apalagi yang punya skill sastra tingkat tinggi. Hehe. Dari dulu waktu SMP demeeen banget baca buku sastra puisi. Walaupun ga ngerti sama sekali maksud dan isi puisi itu apa. Haha.

duluuu juga, pas jamannya kuliah di uenjeh pernah ngikut seminar2 tentang tulis menulis,,, tapi karna jarang praktek karna penyakit malas tingkat akut ituuh, alhasil mentok...tok...ga ada perkembangan. padahal juga pernah jadi tim redaksi di salah satu majalah kampus, tapi nulis artikel jaraaaaaangg...#tutup muka pake buku#

sudahlah itu masa lalu, sekarang blog ini rencananya akan dijadikan “rumah” buat curhat, posting artikel yang pernah saya baca dan insya Allah manfaat, juga buat berbagi ilmu sy yg masih cetek ini biar berkah dan bisa banyak bermanfaat dan menginspirasi buat yang baca, atau kalo ga ada yang mau baca , ntar saya paksa suruh baca. Hihi. Atau paling ga.. ntar anak- cucu saya dapet warisan berupa blog ini *abaikan* . J  jadi jangan heran klo isinya ntar campur aduk ga karuan, atau lebih banyak tentang dunia masak-memasak dan kuliner..,thats my passion. Hehe.

kalo ada sesuatu yang aneh / salah silahkan dikoreksii,semoga  bakalan ada yang jadi kritikus buat blog saya, biar makin bener nulisnya.. #ngarepp 

Jadiii...jadi... intinya mah berharap blog ini bisa manfaat, menebar berkah buat yang nulis juga buat yang baca atau klo ga ada yang mau baca ntar saya paksa suruh baca. *maksa lagi* haha. Harap doakan sy  yang ogah-ogahan ini ( read: moody :D) bisa istiqomah buat nulis di blog inihh dan impian saya bisa terwujud...Amiin Allahumma Amiin.

See yaa...at another page  :) maafkeun jika tulisan ini aga tidak beraturan..
Salamalaikum saudara/iku..^^


 at my room, september 24 duaribu empatbelas....